Pertama Kali Berkereta Sendiri


30 Juni kemarin, gue dan Althaf (sepupu gue) berangkat ke Semarang. HANYA BERDUA!._. Yap. Berdua! Haha ini untuk pertama kalinya gue ke Semarang sendiri tanpa orangtua. Biasanya, gue pergi bareng mama dan adik gue. Tapi karena ingin mencoba, akhirnya Sabtu sore, kami diantar om yang sekaligus ayahnya Althaf ke Gambir. Kereta datang sekitar jam 16.30 tapi untuk menghindar dari kemacetan, kami berangkat jam 14.30. Sampai stasiun sekitar jam 15.30 dam kami menunggu.

Yap, sekitar jam 16.30 kereta datang. Kami menggunakan Argo Sindoro. Kereta berangkat sekitar jam 17.00. Sempat sedih juga sih karena harus pisah sama adik gue walaupun kami sering perang. Bye!:”)

Selama perjalanan, kami mengobrol dan pada akhirnya kami kelelahan karena ngomong terus. Kami pun mengambil headset kami masing-masing dan menggunakannya untuk mendengar lagu. Tak lama kemudian, datang petugas yang keliling menawarkan makanan cemilan. Gue pilih kacang mete dan kacang tanah. Masing-masing 1 bungkus. Saat gue tanya harganya, kata petugasnya nanti saja sekalian dibayar. Okay. Kami lanjutkan mendengarkan lagu sambil makan kacang.

Tidak lama kemudian, datang petugas yang mengecek tiket penumpang. Althaf yang pegang tiketnya. Dia sempat mengecek tiket hingga 3 kali mulai dari berangkat dari rumah sampai di dalam kerta karena takut ketinggalan. Maklum, kami masih pelajar-_-v Petugas pun datang dan yak! Tiket kami sudah berlubang tanda sudah dicek.

Sekitar 1 jam kemudian, datang lagi petugas yang membawa daftar makanan untuk makan malam. Petugas itu memberi kami daftar tersebut. Kami pun memmutuskan untuk memesan nasi goreng. Entah kami yang norak apa gimana. Saat lihat harganya, nasi goreng seharga Rp18.000,- dan kacang gue beli Rp5000,-/bungkus. Kami agak kaget. Maklumlah, biasanya kami beli dan orangtua kami yang bayar. Jadi kami tidak begitu tahu harganya. Tidak lama kemudian, nasi goreng datang dan kami makan. Eyang membawakan kami dendeng ungkep yang rasanya enak banget. Kami makan dengan itu juga.

 

Nasi goreng dengan kerupuk, ceplok, abon, mentimun dan tomat

Nasi goreng dengan kerupuk, ceplok, abon, mentimun dan tomat

Kebosanan selama perjalanan kami isi dengan mendengarkan lagu, mengobrol, dan smsan.

Menggunakan Sketch ‘n Draw. Wdyt?

Kalo yang ini sama tapi gue foto lagi

Sampai di Cirebon, kami kompak sms kedua orangtua kami. Sampai Pekalongan, gue telepon om gue. Dia akan menjemput kami bersama temannya menggunakan motor. Makin malam, makin dingin rasanya. Entah karena AC atau udara malam. Padahal gue udah pakai, cardigan, celana panjang, selimut, stocking, sepatu, teteeeep aja dingin-_- Gue lihat, penumpang yang lain pada tidur dan (sepertinya) kedinginan.

Finally! Arrived at Stasiun Tawang!

Turun dari kereta, berikut dialog (norak) gue bersama Althaf. Tentu dengan suara biasa. Gak teriak-teriak:
Gue       : Bree, Semarang bree! Sendirian! Tanpa orang tua~
Althaf  : Iya wid! Kacang! Lima ribu!
Gue       : Norak~ wkwkwk.
Ya begitulah haha. Kami berjalan ke arah pintu keluar dan bertemu dengan om gue.

Gue naik motor bareng om gue dan Althaf bareng temannya. Rasanya naik motor jam 23.30 melewati jalanan Semarang ituu………dingin._. Sampai di rumah, eyang sudah menunggu dan kami disambut ceria. Yehaha😀

Suasana seat 10A-10B. Jadi maluu, berantakan hehe (ʃ⌣ƪ)

Suasana seat 10A-10B. Jadi maluu, berantakan hehe (ʃ⌣ƪ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s