Jatiluhur, Ini Waduk Bukan Laut


Minggu kemarin tepatnya tanggal 25 Desember 2011, gue, mama, papa, adik, temannya adik, dan sepupu gue pergi ke Jatiluhur untuk sekedar refreshing dan melihat waduk Jatiluhur. Perjalanan sekitar 2 jam menggunakan mobil. Sampai di sana, kami sedikit mendekat ke waduk untuk melihat. Sekilas persis dengan laut karena luas dan terlihat seperti laut-_-v

Waduk Jatiluhur, lebih mirip laut ya._.


Karena kondisi tanah yang tidak rata dan angin yang cukup menganggu poni gue (?), kami sekeluarga duduk di tempat para pengunjung. Karena tidak membawa tikar, kami menyewanya. Yap, tepat di depan sebelah kanan kami tukang kacamata dan depan sebelah kiri kami tukang sate ayam. Kami pesan 30 tusuk dan 2 nasi dan itu HABIS._.

Sate Ayam ;;)

Sambil makan, adik dan teman adik gue tergoda untuk mencoba suatu permainan dimana bentuknya seperti kereta dan untuk menggerakannya harus dikayuh. Tarifnya Rp 10.000/kereta. Yap, ini dia._.

Entah mengapa hati ini ingin mencoba permainan itu tapi ada sesuatu yang mencegah (Eaa bahasanya-_-) Setelah itu, “rombongan anak-anak” (baca: gue, sepupu gue, adik gue, dan teman adik gue) pergi ke rerumputan dekat waduk untuk menikmati angin yang sepoi-sepoi sambil duduk di atas batu yang cukup untuk kami berempat.

Setelah puas menikmati angin yang sepoi-sepoi, kami bersiap untuk pulang. Sebelum pulang, sepupu gue beli kacamata hitam yang cukup terlihat kece jika dipakai B-)

B-)

Cukup sekian cerita dari gue, semoga ini akan menjadi awal liburan yang menyenangkan, amin😀 keep kece B-)

3 thoughts on “Jatiluhur, Ini Waduk Bukan Laut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s