Ruang Bayi


Saat aku masih di opname di rumah sakit karena sakit DBD, papa dan adikku selalu menjengukku sehabis maghrib.Ruanganku melewati Ruang Bayi. Adikku sangat senang melihat bayi-bayi yabg ada di situ lewat kaca pembatas. Saat adikku melihat-lihat bayi, ia tampak kebingungan mencari-cari sesuatu pada setiap bayi. Tiba-tiba adikku menanyakan sesuatu pada papaku,”Pa,tidak ada harganya?”. Spontan orang-orang yang mendengar adikku tertawa semua. Adikku pun marah-marah. Papa menasihatinya agar tidak marah. Papa dan adikku pun meninggalkan Ruang Bayi.

3 thoughts on “Ruang Bayi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s