Kawat Gigi


Mengapa aku membahas tentang kawat gigi? Karena aku memakai kawat gigi. Waktu awal memakai kawat gigi, makan rasanya “tersiksa”, makan nasi aja gak bisa! Oya, di sekolah, teman2ku bilang gigiku “Dipenjara!” Ih..lucu juga ya julukannya. Tapi sekarang makan udah ga sakit lg. Namun, teman2ku masih bilang gigiku di penjara. Tapi, tak apalah, emang iya kan? Jadi ngapain malu2. Temanku juga bilang gini,”Wid, hati2, ada sinar matahari memantul dari kawat kamu!”. Huh…!

3 thoughts on “Kawat Gigi

  1. sing sabar, perubahan itu perlu waktu. klo aku sih ga suka pake yg aneh-aneh, biar tonggos yg penting baik hati he…he…, soal nya saya tidak suka sesuatu yg ribet, apaalgi klo harus check 3 bulan sekali kawat giginya, kerja aja jarang pulang he…he..
    piss, km masih muda, perlu perawatan biar slalu tetap menarik sampai tua

    http://www.tawvic.wordpress.com

  2. Pingback: Cerita Behel « Widi's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s