Day 3 – Pantai Suwuk dan Pulang

Sabtu, 11 Mei 2013

Pantai Suwuk!
CIMG5457

Sekitar jam 10 kami berangkat menuju Pantai Suwuk. Cuaca hari itu cukup terik. Beruntungnya kami datang di Hari Sabtu. Katanya kalo Minggu itu RAMAI BANGET!! Dan gue tidak menyukai hal itu. Menikmati keindahan alam tanpa dikerumuni banyak orang itu lebih menarik. Gue mencoba untuk mendekati laut. Ketika air datang dan menghampiri kaki, rasanya geli-geli-basah gitu._. Ombak di laut selatan itu tinggi. Jadi, hati-hati ya. Gak heran ada peringatan ini:
CIMG5425
Gue pandang dari kanan ke kiri dan kiri ke kanan laut yang ada di depan gue. Sejenak gue berpikir. Ini laut selatan. Laut selatan yang kalo ke sana-sana-sananya lagi itu Australia. Jadi…………GUE BERADA DI PINGGIR SAMUDERA HINDIA!!! .____. *hening* *ada suara jangkrik* *krik-krik*

CIMG5400
CIMG5423
IMG_1473

Karena udara semakin panas, kami duduk di salah satu warung di pinggir pantai dan memesan makanan. Kami memesan es kelapa, mie instan cup, dan entah lah namanya apa.__.

Makanan

IMG_1478

Feel the sand. Oh, it was so warm

Feel the sand. Oh, it was so warm

Makin siang makin panas. Kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke rumah sanak saudara untuk silaturahmi (dan makan siang). Sekitar jam 1 kami pulang dan siap-siap untuk pulang (ke Bekasi)

Sorenya..
Gue udah mandi, udah rapi, udah wangi, udah cakep._. Sekitar jam setengah 4, becak yang udah kami booking udah datang untuk mengantar kami ke Stasiun Kebumen. Woaaa, sedih loh rasanya:[ Sepertinya gue mulai betah tinggal di sini. Udaranya masih fresh banget. Beda kalo di kota. Did u know? Muka gue sedikit lebih mulus di sini._. Mungkin karena di sini polusinya dikit banget._. Well, dadah~~ Bakal kangen (banget deh){{}}

CIMG5479

Widi, kapan ke sini lagi? Sendiri ya gak sama mama.

Wahaha, insyaallah yak=D

Kami berangkat. Sebelum ke stasiun, kami mampir dulu ke toko oleh-oleh persis sebelum lampu merah Tugu Lawet. Setelah itu, kami sampai ke stasiun dan menunggu sekitar 2 jam sebelum kereta kami datang. Kami naik Sawunggalih lagi dan kami bertemu petugas bantal dan kebersihan YANG SAMA saat kami berangkat. Wahaha, sempet ngobrol dan ketawa bareng loh=D lucu emang. Apalagi petugas bantalnya wkwk.

Selamat tinggal, Kebumen! Lain kali berjumpa lagi ya=D

Selamat tinggal, Kebumen! Lain kali berjumpa lagi ya=D

Day 2: Masih di Kebumen

Jum’at, 10 Mei 2013

Pagi ini gue bangun dan kembali menyadari kalau gue masih berada di Kebumen. Jam menunjukkan pukul 5.10 dan gue memutuskan untuk ikut mama jalan-jalan keliling desa. Kami menyusuri jalan yang kanan-kirinya sawah dan memisahkan desa kami dengan desa seberang.

CIMG5249_

CIMG5250

Masih mayan gelap._.

Sampai juga kami di ujung jalan dan menemukan ada yang jual serabi. Serabinya enak loh. Terbuat dari campuran tepung beras dan kelapa yang dibakar dengan kayu. Nah, di serabinya itu ada gosong-gosong gitu dan itu krenyes-krenyes-nyam-nyam._.

Serabi dan Penjual

Selagi menunggu serabi, kami berkunjung ke rumah salah satu saudara kami dan ya tentu saja mengobrol. Gue hanya menyimak karena gue belum begitu kenal dengan mereka. Ini akibatnya punya saudara banyak, menyebar penjuru Pulau Jawa dan mau kumpul susah._. And did u know? Saat kami hendak pulang, kami dikasih pisang satu tandan! Weleehh

CIMG5262_

“Wong kuto nyuri pisang!!” -Mama

Sorenya..
Berhubung kami kepo (baca: ingin tahu) dengan lingkungan sekitar dan mager banget jalan. Tanpa malu kami naik odong-odong keliling desa. Beruntungnya kita! Ternyata odong-odong ini hanya ada tiap Jum’at. Ramai sekali yang naik dan semuanya anak-anak SD dan balita. Beberapa bersama ibu mereka._. Selama perjalanan gue mengambil beberapa foto dan menikmati keasrian serta angin desa yang sangat nyaman. Gue diliatin terus sama bocah-bocahnya. Mungkin saja:

  1. Mereka gak pernah liat gue dan bertanya-tanya, “ini siapa?”
  2. Mereka heran. Kok gue yang udah segede gini naik odong-odong?
Odong-Odong

Liat! Gue merasa paling unyu tau gak? Gue berasa turis! :|

Segitu aja dulu ya, ini masih bersambung kok..

Day 1: Tiba di Kebumen

Kali ini gue pulang kampung (beneran). Ternyata gue masih punya keluarga yang tinggal di desa dan ini suatu BIG CHANCE! Iya, kesempatan besar untuk mengetahui kehidupan di desa. Jujur, gue gak pernah ke desa dan ini kali pertamanya. Oke.

Kamis, 9 Mei 2013 – Bye Bekasi, Hi Kebumen!

Kami berangkat pukul 5 pagi menuju St.Bekasi dan naik Commuter Line ke Jatinegara. Di Jatinegara, kami menunggu kereta menuju Pasar Senen. Bayangkan, 4 orang membawa 2 koper dan 1 tas jinjing berisi makanan melakukan ini. I think it was faboulous._. Setibanya di Pasar Senen, kami naik kereta Sawunggalih. Dan itu semua hanya memerlukan waktu 1 jam! Kami menunggu sekitar 30 menit di dalam kereta dan sekitar jam 7, kereta berangkat.

Butuh 7 jam untuk sampai di Stasiun Kebumen.

Sugeng rawuh ning Kebumen! Untuk sampai ke Desa Tambakagung, kami naik becak motor yang KEBETULAN SEKALI kenal dengan adik eyang gue yang rumahnya akan kami tempati. Butuh sekitar 30 menit perjalanan dari stasiun ke rumah. Sampailah kami di sini:

CIMG5156

Sesampainya di rumah, kami beres-beres, mandi, dan mengistirahatkan diri dengan jalan menuju sawah yang tidak jauh dari rumah.

Ilham yang sedang mengamati sawah

Ilham yang sedang mengamati sawah

Bercengkrama dengan warga

Bercengkrama dengan warga

Petani yang bersepeda menuju rumahnya

Petani yang bersepeda menuju rumahnya

Sembari Ilham jalan di pematang sawah dan mama mengobrol dengan warga situ, gue iseng mengambil beberapa foto dan tidak terasa maghrib begitu cepat. Akhirnya kami pulang dan beristirahat sambil ngobrol dengan orang di rumah dan tidur.

Selamat tidur:-)

Selamat tidur:-)

Bersambung..

Poffertjes

Entah karena kita lapar, ingin punya tempat jual makanan, atau mengisi waktu, tapi akhir-akhir ini kami ingin mencoba terus mempraktikan resep yang kami tahu. Kali ini kami membuat poffertjes!

CIMG5108-1

CIMG5129
Cara membuatnya gak susah kok. Dan yang menjadi utamanya, kita harus sedia ini:

Bhn pfrtjes

Untuk menambah rasa, karena kami tidak punya gula halus, kami menggunakan keju dan meises.

Cara membuat:

  1. Campur terigu, gula, dan garam. Aduk rata.
  2. Tuang susu cair sedikit demi sedikit sambil mengaduk adonan.
  3. Tambahkan telur, aduk rata. Tambah lelehan mentega.
  4. Panaskan cetakan poffertjes, olesi mentega. Gunakan api kecil.
  5. Tuang penuh adonan ke tiap cetakan. Tunggu hingga adonan bagian bawah cukup kering dengan warna kuning keemasan.
  6. Tambahkan meises dan potongan keju. Balik.
  7. Angkat. Ulangi hingga adonan habis.

Well, gampang kan? Silahkan dicoba^^

Pizza Time!!

Hey, im coming! Lama gak jumpa ya? Haha, baru selesai UN dan pulang dari Yogya. Jadi capeknya ya bisa dibayangkanlah. Nah, sembari menunggu hasil UN dan menghilangkan jenuh liburan, gue dan kedua teman gue membuat ini:

CIMG4721

CIMG4722

Bhaha, cukup meggiurkan ya? Bagi yang berminat untuk membuatnya, yuk mari gue kasih tau.
Yang harus kita siapkan adalah:
adonan dasar
topping

Catatan:
1. Untuk adonan dasar, takaran bisa disesuaikan. Karena saat gue buat, itu ada beberapa bahan yang ditambah-tambah takarannya.
2. Saat adonan sudah jadi dan dirasa terlalu banyak, bisa dibagi. Sebagian diolah dan sebagian lagi disimpan untuk olahan kedua.
3. Topping disesuaikan selera.

Cara membuat:
1. Bahan adonan dasar dicampur sesuai urutannya. Aduk hingga cukup padat, kalis, dan tidak lengket di tangan. Oleskan minyak sayur pada tangan terlebih dahulu agar adonan tidak terlalu lengket. Buat adonan menjadi bulat.
2. Ratakan adonan hingga menjadi bulat pipih. Gue menggunakan alas plastik dan gelas untuk step ini.
3. Letakkan adonan di pan yang berbentuk bulat. Tusuk-tusuk adonan dengan garpu agar tidak menggembung saat matang.
4. Oleskan saus tomat. Tambah sosis, bawang bombay, dan parutan keju di atasnya secara rata.
5. Tutup pan. Panaskan dengan api kecil kira-kira 7-8 menit hingga keju terlihat cukup leleh.
6. Hidangkan selagi hangat.

CIMG4714

Terima kasih untuk mereka yang sudah membantu ^^

Gampang kan? Bisa dicoba kok di rumah. Paling seru kalo rame-rame haha.